Selasa, 25 Desember 2012

Kuliah Patofisioanatomi

Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.
Patofisioanatomi Anemia - Copy

Senin, 24 Desember 2012

Buku saku Kanker

Kanker ?

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.
Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas
Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.
Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.
Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, yaitu:
  1. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
  2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
  3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
  4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
  5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal.
  6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
  7. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.

Maka mari sadari lebih awal kanker dengan deteksi dini dengan cara berikut dalam buku Saku Kanker

Selamat mencoba , Ayo, cegah kanker lebih awalll !!!

Buku-saku Kanker 2009







sumber :
yayasankankerindonesia.org/tentang-kanker/

Minggu, 23 Desember 2012

Permasalahan Penyediaan Air Bersih

          

          Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit.
           Dari total jumlah air yang ada, hanya lima persen saja yang tersedia sebagai air minum, sedangkan sisanya adalah air laut. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih itu dari hari ke hari. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Seperti yang disampaikan Jacques Diouf,   Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), saat ini penggunaan air di dunia naik dua kali lipat lebih dibandingkan dengan seabad silam, namun ketersediaannya justru menurun. Akibatnya, terjadi kelangkaan air yang harus ditanggung oleh lebih dari 40 persen penduduk bumi. Kondisi ini akan kian parah menjelang tahun 2025 karena 1,8 miliar orang akan tinggal di kawasan yang mengalami kelangkaan air secara absolut. Kekurangan air telah berdampak negatif terhadap semua sektor, termasuk kesehatan. Tanpa akses air minum yang higienis mengakibatkan 3.800 anak meninggal tiap hari oleh penyakit.

          Di Indonesia sendiri diperkirakan, 60 persen sungainya, terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, tercemar berbagai limbah, mulai dari bahan organik hingga bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare. Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2002 terjadi 5.789 kasus diare yang menyebabkan 94 orang meninggal. Pembabatan hutan dan penebangan pohon yang mengurangi daya resap tanah terhadap air turut serta pula dalam menambah berkurangnya asupan air bersih ini. Selain itu pendistribusian air yang tidak merata juga ikut andil dalam permasalahan ini.
Berkaitan dengan krisis air ini, diramalkan 2025 nanti hampir dua pertiga penduduk dunia akan tinggal di daerah-daerah yang mengalami kekurangan air. Ramalan itu dilansir World Water Assesment Programme (WWAP), bentukan United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco). Lembaga itu menegaskan bahwa krisis air didunia akan memberi dampak yang mengenaskan. Tidak hanya membangkitkan epidemi penyakit yang merenggut nyawa, tapi juga akan mengakibatkan bencana kelaparan.
Permasalahan Penyediaan Air Bersih (Paplc a 2012)

Iastrogenesis Pada Lansia


Iastrogenesis pada Lansia
Iastrogenesis ,merupakan  penyakit  yang  di sebabkan  oleh tindakan  dokter, baik dalam  membuat  diagnosis  maupun dalam memberikan terapi untuk pasienya (Rahmanstjah, 2009). Iatrogenic berhubungan dengan penyakit lain atau kondisi yang meliputi cairan ekstra seluler (contoh= gagal jantung, glukosuria , kalsemia) danobat-obatan (Stone, 1991).
Iatrogenesis mengarah pada ketidaksengajaan efek samping atau kompliksi yang disebabkan oleh intervensi kedokteran atau peresepan obat.Iatrogenic juga mengarah pada pekerja professional kesehatan yang lain seperti psikologis, farmasis, terapis, perawat dan dokter gigi sekali pun(www.wikipedia.com, 2009).Penyakit iatrogenic dihasilkan dari diagnose atau terapi medis (Jahnigen,1986)
Dalam bahasa awam dapat dikatakan pemberian obat yang dimaksudkan untuk menyembuhkan namun bagi penderita lansia justru menimbulkan efek samping obat berupa penyakit lain (Tuty, 2005).


PTM_Iastrogenesis Pada Lansia

Jumat, 14 Desember 2012

Pengukuran Pencahayaan


Laporan Praktikum
Pengukuran Pencahayaan

Hari Tanggal : Kamis,   10 Oktober 2012
Lokasi             : Ruang Kelas Higiene 2
Mata Kuliah  : Penyehatan Udara

I.                   Tujuan
      Agar mahasiswa dapat mengukur, menghitung dan menginterpretasikan                                                                                pencahayaan yang ada.

II.                Dasar Teori
     Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik (perambatannya tidak memerlukan) medium, karena gelombang itu sendiri yang menjadi mediumnya. Pencahayaan yang tidak baik/tidak memenuhi standar kebutuhan dapat mengakibatkan beberapa gangguan seperti :
-    Gangguan kenyamanan
-    Mengakibatkan kecelakaan
-    Menurunkan produktivitas
   Sedangkan beberapa gangguan yang diakibatkan ultraviolet yang berlebihan,   seperti :
-    Conjungtivitis
-    Inflamasi kornea
-    Necrosis retina
-    Katarak hingga kebutaan
            Ukuran-ukuran dalam pencahayaan :
o   Candle/candela ( cd ) à I = Luminous Intensity, jumlah cahaya yang dipancarkan persatuan sudut.
o   Lumen ( lm ) à Φ Luminous flux, jumlah cahaya yang dipancarkan per detik.
o   Foot candle ( Fc ) à E = Illumination, flux cahaya yang diterima oleh satuan area tertentu.
Alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya disebut spektrofotometri.
Pengukuran pencahayaan suatu ruangan dapat dilakukan dengan 2 (dua ) metode :
1.      General lighting
Pencahayaan yang merata di seluruh ruangan, pengukuran di lakukan pada setiap 1 meter persegi ruangan .
2.      Local lighting
Pengukuran pencahayaan  yang di lakukan dengan mengambil sampel pada titik tertentu yang minimal 5 titik pada sudut dan tengah-tengah ruangan, mencari nilai aksewn suatu lokasi tanpa memperhatikan kerataan pencahayaan.

III.             Alat dan Bahan
1.      Lux meter
2.      Meteran
3.      Tabel isian

IV.             Cara Kerja
Pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa macam, tergantung luas ruangan.
1.      Menghidupkan Lux meter yang telah dikaibrasi dengan membuka penutup sensor.
2.      Membawa alat ke tempat titik pengukuran yang telah ditentukan .
3.      Mengarahkan foto cell ke sumber pencahayaan yang paling dominan.
4.      Mencatat hasil pengukuran pada lembar hasil pencatatan.
5.      Mematikan Lux Meter setelah selesai dilakukan pengukuran intensitas pencahayaan.

V.                Hasil Kerja
Lokasi          : Ruang Kelas Hiegiene II
1.      Titik 1              :24, 70 Lux
                         24, 90 Lux
                         22, 39 Lux
2.      Titik 2              :25, 37 Lux
                         26, 28 Lux
                         21, 37 Lux
Perhitungan :
1.      Titik satu : lp1 +  lp2 + lp3 = 24, 70 + 24, 90 + 22, 39  =23, 99 Lux
                              3                                  3
2.      Titik dua  : lp1 +  lp2 + lp3 = 25, 37 + 26, 28 + 21, 37 =24, 34 Lux
                              3                                  3
Rata-rata : titik 1 + titik 2 = 23,99 + 24, 34 = 24, 165 Lux
                            3                         3

1.      Pantulan pada lantai =
Titik A : 30,5  Lux                  rata-rata = 27, 99 lux
              25,67 Lux
              27,8   Lux
Titik B : 19,54 Lux                 rata-rata =19, 54 lux
              19,59 Lux
              19,5   Lux
2.      Pantulan pada dinding =
Titik A : 18,78 lux                   rata-rata = 19, 04 lux
              19,89 lux
              18,45 lux
Titik B : 11,62Lux                  rata-rata =11,29 lux
              11,68 lux
              10,58 lux
Perhitungan :
1.      Pantulan pada lantai =
B x 100% = 19, 54 x 100% = 69,8%
A                 27 ,99

2.      Pantulan pada dinding =
B x 100% = 11, 29 x 100% =59,2%
A                 19, 04

VI.             Pembahasan
      Titik dua merupakan titik pencahayaan yang paling terang dengan yang lain sebab titik tersebut dekat dengan jendela berdasarkan KEPMENKES RI No. 1405/MENKES/SK/XI/02 disebutkan bahwa tingkat pencahayaan minimal untuk pekerjaan rutin yaitu 300 lux, maka dari data penelitian tidak memenuhi baku mutu. Hal ini disebabkan jendela tidak di buka semua, pintu tidak dibuka, banyaknya mahasiswa yang ada di ruangan tersebut sehingga menutupi masuknya cahaya, serta sistem tata ruang yang tidak sesuai.

VII.          Kesimpulan
      Titik pengambilan sampel pencahayaan pada ruang kelas diambil dua titik, karena luasnya 27 m2, sehingga jarak antara titik dan dinding adalah 3 meter, dan diperoleh dua titik tersebut. Hasil pengukuran pencahyaan ruang kelas adalah 24,165 Lux. Pencahyaan dipengaruhi oleh sumber – sumber cahaya yang ada. Hasil pengukuran reflectance lantai adalah 69,8% dan reflectance pada dinding 59,2%.